Pemabuk yang Selalu Membuat Rasulullah Tertawa

    Ada sebuah kisah yang diriwayatkan oleh imam ahmad bin hanbal di dalam mushaf nya bahwa ada seorang laik-laki yang bernama Nu'aiman. Ini Nu'aiman di kehidupan Rasulullah SAW ada orang yang seperti itu, orang yang sering minum-minuman keras. Rasulullah SAW marah murka, Rasulullah kalau yang berhubungan dengan Rasulullah tidak marah tetapi kalau berhubungan dengan agama Rasulullah SAW adalah orang yang paling marah, orang yang paling istiqamah dalam kebenaran.

  Maka Rasulullah panggil Nu'aiman dan bertanya "Apa yang kamu lakukan?" lalu dijawab oleh Nu'aiman "Saya minum-minuman keras ya Rasulullah" akhirnya dicambuk dia oleh Rasulullah SAW kemudian Nu'aiman ini bertaubat kepada Allah SWT. Lalu ketahuan minum lagi oleh Rasulullah SAW, dicambuk lagi si Nu'aiman ini sehingga sebagian sahabat juga ikut memukulinya dengan pukulan yang banyak. Sampai-sampai sebagian sahabat mengatakan La'natullahi 'ala Nu'aiman (Semoga Allah melaknatmu Nu'aiman). Dia mempermainkan Rasulullah SAW, dia bilang bertaubat kepada Allah SWT tetapi masih minum lagi. Maka Rasulullah SAW mengatakan "Jangan kamu melaknat Nu'aiman karena dia itu cinta sama Allah dan cinta sama Rasul nya" dan di dalam riwayatnya dia di cintai Allah dan dicintai Rasul nya.
    
    Ibnu Majah menceritakan pernah sewaktu-waktu Nu'aiman diajak oleh Abu Bakar pergi ke negeri Syam (daerah Suria, Yordania, Lebanon, Palestina, Mesir). Umumnya orang Quraisy pada masa itu mereka mempunyai kebiasaan membeli barang dagangan di negeri Syam lalu di jual lagi di Mekkah. Lalu Abu Bakar pergi kepada Rasulullah SAW, lalu mengatakan 

"Ya Rasulullah saya mau minta izin" 
"Mau apa wahai Abu Bakar?" dijawab oleh Rasulullah
"Saya mau mengajak 2 sahabat engkau ikut berdagang ya Rasullullah" kata Abu Bakar
"Siapa yang mau kamu ajak?"
"Nu'aiman ya Rasulullah."
"Nu'aiman mau kamu ajak?" kata Rasulullah
"Iya ya Rasulullah"
"Mau ngapain?" kata Rasulullah
"Buat seru-seruan aja ya Rasulullah."

    Ketika itu Abu Bakar mengajak Nu'aiman sama 1 sahabat yang bernama Suwaibith bin Harmalah. Ini sahabat Rasulullah yang memiliki sifat berkebalikan. Si Nu'aiman ini aneh, pernah suatu ketika Rasulullah sedang nongkrong dengan sahabat dibawakan makanan yang banyak lalu dikasih kepada Rasulullah dikasih juga kepada sahabat-sabahat. Semuanya sudah makan tiba-tiba Nu'aiman ini mengatakan pada Rasulullah "Ini penjualnya tolong engkau yang bayar ya Rasulullah". Makanan sudah abis dikira Rasulullah itu pemberian, lalu Rasulullah bingung akhirnya Rasulullah mengatakan pada para sahabat ayo kita keluarkan uang kita patungan. Rasulullah aja dimainin apalagi kita orang.

    Kembali pada kisah yang tadi singkat cerita setelah sampai di negeri Syam semuanya dibagi tugas, fulan bin fulan tugasnya ini, fulan bin fulan tugas nya ini kecuali Nu'aiman. 

    Lalu Nu'aiman bertanya pada Abu Bakar "Wahai Abu Bakar tugas saya apa?" dijawab oleh Abu Bakar "Kamu mau ngapain terserah kamu Nu'aiman yang penting kamu ikut saya". Kemudian 1 diantara mereka yang bernama Suwaibith bin Harmalah ini ditanya oleh Abu Bakar "Wahai Suwaibith kamu mau tugas apa?" dijawab oleh Suwaibith "Terserah kamu wahai Abu Bakar" lalu kata Abu Bakar "Baiklah kamu yang jaga makanan karena saya tau bahwa kamu orang yang senantiasa menjaga amanah". Suwaibith ini dia kalau disuruh maju dia maju, disuruh mundur dia mundur, disuruh ke kanan di ke kanan orang nya ngikut aja. Berbeda dengan Nu'aiman, dia kalau disuruh maju malah mundur, disuruh mundur malah maju, disuruh ke kanan dia ke kiri.
    
    Sehingga apa yang terjadi? Sayyidina Abu Bakar pergi sibuk dengan kesibukannya sehingga datang lah waktu siang Nu'aiman ini lapar. Sehingga dia cari-cari makanan, dia tahu bahwa Suwaibith yang jaga makanan dan berkata pada Suwaibith "Wahai Suwaibith saya lapar berikan saya 1 potong roti yang terpenting saya makan." lalu dijawab oleh Suwaibith "Ya Allah Nu'aiman kita tunggu Abu Bakar saja karena ini amanah dari Abu Bakar, saya tidak boleh kepada siapapun tanpa seizin Abu Bakar." kata Nu'aiman "Berikan saya sepotong roti atau saya bikin masalah sama kamu." memerah langsung wajah Suwaibith karena dia tau jangan saya, Rasulullah saja dipermainkan.

     Bingung si Suwaibith ini "Apa yang harus saya lakukan?" lalu kata Nu'aiman "Gampangan aja kamu beri saya roti atau kalau tidak saya bikin masalah sama kamu." Setelah pikir panjang lalu Suwaibith mengatakan "Ya sudah Nu'aiman saya tetap menjaga amanah dari Abu Bakar, saya takut kalau ini perintah dari Allah SWT, perintah dari Rasulullah SAW, dan perintah daripada Abu Bakar." lalu dijawab oleh Nu'aiman "Baik berarti kamu cari masalah dengan saya." 

    Lalu si Nu'aiman ini cari-cari tempat penjualan hamba sahaya. kemudian si Nu'aiman ini bertanya kepada para penjual "ini harganya berapa?" lalu dijawab "ini harganya 100 dirham" lalu bertanya lagi si Nu'aiman "ini berapa harganya" dijawab lagi "kalau yang ini 200 dirham." "kalau yang ini?" dijawab lagi "kalau yang ini 300 dirham." Kemudian Nu'aiman mengatakn pada para penjual hamba sahaya "Saya punya juga hamba sahaya tapi saya jual cuman 20 dirham saja murah." lalu para penjual itu berkata "apa benar ada hamba sahaya harganya cuman segitu?" lalu kata Nu'aiman "iya karena hamba sahaya ini mempunyai aib ada kekurangan, nanti kalau dia kalian tangkap dia akan  mengatakan saya bukan hamba sahaya, saya orang merdeka."Akhirnya semua orang berkumpul ingin membeli. 

    Lalu diajak lah oleh Nu'aiman ke tempat Suwaibith tadi. Sesampainya disana Nu'aiman berkata "itu ada orang yang sedang menjaga makanan itu hamba sahaya saya tangkap saja." kata penjual ini "oh baik." diberikan uang 20 dirham dimasukkan oleh Nu'aiman ke kantongnya kemudian Suwaibith ditangkap. Ketika ditangkap Suwaibith teriak "Saya bukan hamba sahaya saya orang yang merdeka." kata si penjual tadi "saya sudah tau kekurangan kamu."Akhirnya si Suwaibith ini ditangkap dan dijual di pasar. 

    Nu'aiman punya uang banyak ini lalu si Nu'aiman beli makanan, minuman, belanja ini belanja itu, dan juga  beli hadiah buat Rasulullah. Hingga Sayyidina Abu Bakar pulang dan mencari si Suwaibith. kata Nu'aiman dengan mudahnya "Sudah saya jual wahai Abu Bakar." maka Sayyidina Abu Bakar bertanya "Apa yang kamu lakukan Nu'aiman?" lalu diceritakan oleh Nu'aiman dengan jujur. Nu'aiman ini orang nya apa adanya tapi nyusahin.

    Akhirnya Abu Bakar pergi ke pasar untuk dibeli lagi oleh Abu Bakar. Yang tadinya hamba sahaya sebentar lalu dibeli lagi oleh Abu Bakar menjadi orang merdeka lagi.

  Pulang ke Madinah kisah ini diceritakan kepada Rasulullah SAW. Maka perawi mengatakan Rasulullah tertawa sejadi-jadinya sampai-sampai gigi geraham Rasulullah terlihat di mata para sahabat. Perawi lain mengatakan 1 tahun berlalu setiap ada tamu, Rasulullah menceritakan cerita Nu'aiman menjual Suwaibith tadi.

    Jadi di zaman Rasulullah SAW ada orang seperti itu, jangan dikira Rasulullah SAW itu hidup dimana sahabat-sahabat nabi itu khusyuk-khusyuk semua, yang seperti Nu'aiman juga ada.

Komentar

Posting Komentar